Time Management For Product Manager

product management 101

Written by: Rizky Febrian

Hai Bees! Pernah nggak sih kalian memiliki banyak ide tapi tidak satu pun dari ide itu terealisasikan alias menguap begitu saja seiring berjalannya waktu? Atau pernah nggak kalian berada di situasi dimana kalian tanpa sadar menghabiskan waktu melakukan pekerjaan yang tidak efektif dan produktif dari segi kualitas waktu? Kesulitan dalam menyeimbangkan tanggung jawab dalam pekerjaan dan di luar pekerjaan akan sulit mencapai tujuan work life balance.

Kalau boleh jujur memang sangat sulit untuk menghindari kepayahan waktu seperti itu. Sadar atau tidak seperti itu lah waktu, tidak dapat disimpan, atau dipinjam. Setelah terlewat begitu saja maka hilang sudah. Maka beruntunglah orang-orang yang bisa memanfaatkan waktu dengan bekerja lebih cerdas, tidak lebih keras, dan jelas tidak lebih lama dari yang seharusnya.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana untuk bisa menjadi seperti mereka yang memiliki waktu berkualitas? 

Jawabannya ternyata cukup sederhana kita hanya melakukan apa yang harus kita lakukan lebih cepat sehingga kita dapat melakukan apa yang ingin kita lakukan lebih cepat. Ini nggak berarti jalan pintas atau penurunan kualitas ya. 

Poinnya di sini adalah semakin banyak kualitas nilai yang kita berikan pada waktu kita, semakin besar kemampuan kita untuk belajar bagaimana melakukan apa yang penting sehingga kita dapat lebih menikmati hidup. Dalam hal ini artinya kita harus memiliki soft skill manajemen waktu yang hebat.

Menurut Brian Tracy "Time management is not a peripheral activity or skill. It is the core skill upon which everything else in life depends."

Pada tahap ini, kita semua sudah memiliki kesadaran yang sama dalam hal menghargai pentingnya waktu, artinya ini merupakan langkah tepat yang pertama. Mempelajari beberapa keterampilan manajemen waktu adalah langkah yang berikutnya. Belajar bagaimana mengelolanya, memaksimalkannya, dan benar-benar menerapkan keterampilan tersebut. 

Berikut adalah 4 langka dalam meningkatkan soft skill yang dapat meningkatkan kontrol kita terhadap waktu sampai akhirnya kita dapat mengatakan bahwa waktu kita telah dihabiskan dengan baik.

  1. Membuat "Perencanaan (Schedule) Wajib" List Tugas Yang Harus Diselesaikan

Disebut dengan "perencanaan wajib", dalam arti jadwal atau daftar perencanaan tersebut harus benar-benar dilakukan, tidak disepelekan, dan harus sesuai sebagaimana yang telah ada pada daftar perencanaan tersebut. 

Ini sekaligus dapat melatih kedisiplinan dan komitmen seseorang dalam pekerjaannya. Membuat "perencanaan wajib" dapat dimulai dengan mengatur atau membuat perencanaan harian, mingguan, bulanan, dan seterusnya. 

Baik waktu untuk kehidupan personal maupun pekerjaan, dengan kata lain membuat "perencanaan wajib" jangka pendek dan jangka panjang. Keuntungan praktis yang didapat dari hal ini adalah semakin memudahkan kita dalam memetakan langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk meraih goal yang dituju. Selain itu, menggunakan list juga dapat meminimalisir risiko terlewatnya pekerjaan yang seharusnya diselesaikan.

  1. Memiliki Kemampuan Identifikasi, Serta Menentukan Prioritas

Mengidentifikasi serta menetapkan prioritas merupakan hal penting dalam menjalani aktivitas atau pekerjaan. Hal ini membantu kita memiliki perspektif mengenai skala prioritas sehingga dapat mengidentifikasi tahapan atau komponen mana yang penting (semisal dalam suatu project) yang berdampak secara signifikan terhadap pekerjaan dan harus didahulukan. 

Dengan kata lain, tegaskan mana tugas yang bersifat tentatif dan tugas yang bisa menunggu. Menyusun tugas berdasarkan kepentingannya juga dapat membantu membuat jadwal untuk menyelesaikan tugas yang lebih darurat terlebih dahulu sehingga manajemen waktu bisa dilakukan dengan lebih baik dan terstruktur.

Bagaimana cara menyusun prioritas? Kalian baca juga pembahasan tentang Problem Prioritization di sini ya, Bees!

  1. Jangan Pernah Menunda-Nunda Pekerjaan dan Sertakan Target Deadlines

Salah satu kebiasaan buruk yang sering menghampiri seseorang adalah terlalu meremehkan, sehingga cenderung suka untuk menunda-nunda pekerjaan. Sebagaimana sering disebutkan, If it can be done today, do it today. 

Goal atau target tidak mungkin dapat dicapai apabila kita melestarikan kebiasaan menunda-nunda tersebut. Ingat! Jika pekerjaan itu dapat dikerjakan hari ini, maka kerjakanlah. Jika dapat diselesaikan sekarang, maka selesaikanlah sekarang! Dengan merubah kebiasaan suka menunda menjadi disiplin dan tepat waktu, maka kita sudah selangkah lebih dekat untuk meraih goal yang ditargetkan.

  1. Nilai Produktivitasmu dan Berikan Reward Atas Capaian yang Diraih

Menilai produktivitas setelah menggunakan metode manajemen waktu perlu dilakukan sebagai refleksi diri. Ulangi beberapa proses di atas untuk aktivitas harian atau bulanan. Setelah menggunakan metode tersebut dalam beberapa minggu, kamu bisa mengintrospeksi kinerjamu. Jangan lupa untuk memberikan reward untuk diri sendiri atas capaian yang diraih dalam pekerjaan perlu untuk dilakukan dan menjadi cerminan bahwa kita menghargai upaya kita. 

Misalnya, dengan berlibur ke tempat yang ingin dikunjungi dan lain sebagainya. Hal yang terpenting adalah pastikan kita menikmatinya, dengan demikian ini juga bermanfaat untuk terus memotivasi kita kedepannya.

Ingatlah! Pentingnya manajemen waktu tergantung pada nilai yang kualitas dalam menggunakan waktu kita. Seberapa besar kamu menghargai hari, jam, dan menitmu? Mungkin jawabanmu akan 'cukup banyak'. Jika tidak, kamu mungkin tidak akan artikel di situs web ini!

Dan melakukan 4 Langkah di atas akan meningkatkan kemampuan manajemen waktu kita dan pahami bahwa mengatur waktu adalah bagian esensial yang dapat membantu aktivitas dan pekerjaan kita menjadi lebih mudah. Ini adalah soft skill yang banyak diminati dan dibutuhkan di dunia pekerjaan. Kabar baiknya kalau kalian punya skill manajemen waktu yang baik, kalian sangat berpeluang loh untuk berkarir sebagai product manager. 

Selain itu mengelola waktu dengan baik juga memungkinkan kita memiliki ruang untuk menjadi kreatif dan proaktif pada tujuan kita. Ketika kita memiliki waktu luang untuk menyelesaikan tugas-tugas kita, kita pun dapat menyisihkan waktu untuk memikirkan visi untuk diri kita dan perusahaan kita. Begitupun juga mencapai tujuan work life balance

Selamat mengatur waktu!