Tentang Industry Saas (Software As A Service)

Written By: Hendra Susanto

Pada artikel kali ini saya akan membahas terkait salah satu industry startup yang ada di Indonesia yaitu Saas (Software As A Service) : Contoh perusahaan, target market, product metric & NSM, beserta produk yang ditawarkan.

1. Tentang Industry Saas (Software As A Service)

Sesuai dengan namanya, Saas (Software As A Service) adalah perusahaan yang menyediakan perangkat lunak sebagai layanan. Biasanya SaaS berfokus pada solusi perangkat lunak spesifik ke target pasar, dan sering menggunakan model bisnis freemium untuk menarik dan mempertahankan pengguna. Meskipun ada banyak jenis startup SaaS, semuanya memiliki tujuan yang sama untuk menyediakan perangkat lunak yang mudah digunakan dan dapat diakses oleh khalayak luas.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Boston Consulting Group, dalam tingkat tahunan, bisnis SaaS di Indonesia tumbuh sebesar 31,9%. Pesatnya pertumbuhan ini membuat bisnis SaaS di Indonesia diprediksi akan bernilai US$1 miliar atau sekitar Rp14,8 triliun pada tahun 2025. 

Hal ini juga didukung dengan angka penetrasi internet di Indonesia yang sudah mencapai 77.02% pada tahun 2021-2022. Ini artinya era digitalisasi semakin berkembang dan akan menjadi peluang bagi startup yang menjual produk teknologi perangkat lunak sebagai komoditas mereka.

Saat ini sudah ada 954 startup Saas yang ada di Indonesia (Sumber: tracxn.com) dengan berbagai ragam fokus dan produk yang ditawarkan.

2. Contoh Company

Berikut 5 contoh startup SaaS di Indonesia:

  1. Xendit - platform pembayaran online dan transfer uang
  2. Sirclo - ecommerce enabler
  3. Mekari - Solusi HR management dan accounting
  4. Paper - Solusi Mobile-based invoicing
  5. PrivyID - Solusi penyedia e-Signature

3. Target Market SaaS: TAM SAM SOM

Setiap startup Saas pasti akan memiliki target market yang berbeda. Untuk memperkirakan target market, kita dapat menentukan TAM, SAM, dan SOM.

Sebagai contoh, jika perusahaan Saas bergerak di bidang HR management maka

Total addressable Market (TAM) atau maksimal pasar yang bisa dijangkau adalah seluruh perusahaan dan pengusaha di Indonesia yang menggunakan internet dalam keseharian pekerjaan mereka

Serviceable Available Market (SAM) atau potensi pasar yang bisa dilayani adalah perusahaan yang memiliki size company >= 20 orang di daerah Jabodetabek

Serviceable Obtainable Market (SOM) atau pasar yang bisa dilayani saat ini adalah perusahaan yang memiliki size company >= 20 orang di daerah DKI Jakarta.

Secara industri yang sama, ada kemungkinan TAM dan SAM sama. Namun untuk SOM ada kemungkinan berbeda, tergantung dari strategi dan kapasitas sumber daya yang dimiliki startup tersebut.

4. Product Metric and NSM

Setiap perusahaan perlu mengukur keberhasilan produk mereka di pasar dan mengukur seberapa besar keuntungan yang didapatkan. Karena itu diperlukan pengukuran melalui data North Star Metric dan product metrics.

Untuk North Star Metric (NSM) di industri dan fokus produk yang sama tidak akan berbeda jauh dengan perusahaan yang lain. Misalnya saja dari sisi active user, jumlah interaksi yang dilakukan, dan pendapatan rutin (recurring revenue). Berikut contoh NSM di beberapa startup Saas

Zoom : Weekly hosted meeting
Typeform : Annual recurring revenue
HubSpot : The number of weekly active teams

Ada 5 product metrics yang perlu diukur oleh setiap startup Saas yaitu:

  1. Churn adalah jumlah pengguna yang berhenti menggunakan produk selama kurun waktu tertentu
  2. Customer Lifetime Value (CLV) adalah jumlah pengeluaran pengguna untuk produk kita selama kurun waktu tertentu
  3. Customer Retention adalah jumlah pengguna yang masih menggunakan produk kita selama kurun waktu tertentu
  4. Customer Acquisition Cost (CAC) adalah biaya yang diperlukan untuk mengakuisisi pengguna baru
  5. Monthly Recurring Revenue (MRR) adalah total pengeluaran yang dibayarkan pengguna untuk produk kita dalam satu bulan

5. Product offering

Karena SaaS ini memiliki fokus produk yang berbeda-beda, maka produk yang ditawarkan juga berbeda-beda. Berikut adalah contoh produk yang ditawarkan oleh Saas

  1. Customer Feedback : Typeform, HubSpot
  2. Project Management : Trello, Asana
  3. Customer Relationship Management (CRM) : Salesforce, Salesflare
  4. Team Communication : Slack, Zoom

Sekian dari artikel saya yang membahas terkait Saas (Software As A Service), contoh perusahaan Saas di Indonesia, target market dari Saas (ini tergantung dari fokus dan sumber daya yang dimiliki perusahaan), product metric dan north star metric yang diukur untuk menentukan seberapa berhasil produk tersebut, dan produk yang ditawarkan. Semoga bermanfaat.

Referensi