Product Manager Career Path

product management 101

Written by: Dicky Alfa Reza

Seiring maraknya kehadiran startup di tengah-tengah kita akhir-akhir ini, product manager menjadi salah satu role yang demandnya meningkat cukup pesat. Role yang mungkin 10 tahun yang lalu belum begitu dikenal, perlahan saat ini sudah menjadi role yang mulai umum dan banyak diminati oleh para pencari kerja. 

Meningkatnya demand atas product manager ini juga merupakan dampak dari perusahaan-perusahaan yang mengusung strategi product-led growth (PLG) yaitu sebuah strategi yang memposisikan produk sebagai “ujung tombak” dari proses akuisisi hingga retensi user. Hal tersebut sebagaimana studi dari Product School yang menyatakan bahwa "As companies pivot to Product-Led models, demand for Product talent is higher than ever before."

Seiring dengan tingginya demand dan mulai banyak orang yang mempertimbangkan opsi karir sebagai product manager, banyak juga nih yang penasaran terkait jenjang karir atau career path sebagai PM. Hal tersebut sebenarnya cukup beralasan karena biar bagaimanapun usia role ini, khususnya di Indonesia, masih tergolong cukup muda. Jadi wajar-wajar saja jika banyak yang penasaran kira-kira jenjang karir sebagai PM akan seperti apa, terutama jika mereka adalah orang yang bekerja sebagai PM atau ingin bekerja menjadi PM.

Terlebih lagi dengan mengetahui career path sebagai PM, juga bisa membuat kita mengetahui di posisi mana kita sekarang dan seperti apa gambaran peluang karir kita di masa yang akan datang. Hal tersebut juga sekaligus dapat menjadi motivasi kita untuk mencapai jenjang yang lebih tinggi kedepannya.

Sebelum kita bahas satu-satu setiap level-nya, temen-temen perlu tahu juga nih bahwa career path di setiap perusahaan mungkin berbeda antara satu dengan lainnya, tergantung oleh banyak hal (struktur organisasi, skala perusahaan, dll). 

Selain itu, temen-teman juga perlu memahami bahwa level sesorang sebagai PM tidak serta merta menggambarkan skill yang dimilikinya, namun level tersebut menggambarkan scope tanggung jawab, otonomi, dan dampak yang dihasilkan untuk perusahaan. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Jakie Bavard dan Gayle Laakmann McDowell dalam buku mereka berjudul Cracking the PM Career, "The underlying truth is that PM skills don't directly translate into levels.Instead, your level is determined by your scope, autonomy, and impact.".

Sebagaimana dijelaskan dalam buku Cracking the PM Career. Kurang lebih career path sebagai PM akan seperti berikut:

  1. Associate Product Manager
  2. Product Manager
  3. Senior Product Manager
  4. Principal Product Manager
  5. Product Manager Lead
  6. Product Manager Director
  7. Head of Product

Nah, kemudian pasti temen-temen penasaran kan apa saja perbedaan scope maupun tanggung jawab dari setiap path di atas. Yuk, kita selami satu per satu. 

  1. Associate Product Manager

Posisi Associate PM diperuntukkan untuk talent yang belum memiliki cukup pengalaman dalam dunia product management. Dikarenakan minimnya pengalaman, Associate PM biasanya digandengkan dengan mentor yang akan membimbing agar dapat menjadi PM sebagaimana diharapkan oleh perusahaan.

Scope, autonomy, dan impact :

- Tightly scoped projects : Masalah sudah didefinisikan dan mentor biasanya sudah memiliki ide terkait dengan seperti apa solusinya.

- Low-risk projects : Jika projectnya tertunda ataupun gagal, perusahaan tidak akan begitu terdampak.

-  Not given much autonomy : Segala sesuatu yang memiliki potensi dampak yang besar akan mendapat pengawasan langsung dari mentor/senior.

- Impact on local metrics: Pada umumnya mengerjakan hal yang berkaitan dengan feature-level metrics

  1. Product Manager

Di level ini, PM telah dianggap mampu bekerja secara lebih mandiri dengan tanggung jawab yang lebih besar. Project yang akan dikerjakan juga relatif akan lebih kompleks dalam konteks eksekusi dan kolaborasi.

Scope, autonomy, dan impact :

- Serves as the PM for a team: Dibandingkan ditugaskan untuk proyek individu, PM bertanggung jawab untuk semua dari proyek-proyek di tim.

- Sets the roadmap with support: Lebih banyak berkoordinasi dengan manager/lead untuk menentukan project yang akan dikerjakan dan membuat roadmap untuk tim.

- Runs a project with limited support: Mengetahui bagaimana harus menggerakkan dan membawa tim menyelesaikan project.

- "Go to" person for the team: Menjadi tempat orang-orang bertanya atau meminta penjelasan terkait project yang sedang dikerjakan.

- Aiming for impact on global metrics: Project yang dikerjakan tidak hanya berdampak pada fitur, namun juga memiliki kontribusi terhadap global metrics perusahan.

  1. Senior Product Manager

Senior PM adalah sosok yang akan menentukan strategi dan roadmap untuk timnya. Di level Senior PM, melalui roadmap yang dibuatnya, seseorang hendaknya mampu untuk menyeimbangkan berbagai tujuan seperti menyenangkan customers, memenangkan market share, dan meningkatkan revenue.

Scope, autonomy, dan impact :

- Runs one or more teams independently: memiliki efisiensi dan kemampuan time management yang baik sehingga dapat mengelola lebih dari satu tim sekaligus.

- Solves complex and ambiguous problems with no right answer: Seorang PM di level ini mampu menyelesaikan problem yang kompleks dengan cara berpikir terstruktur.

- Drives end-to-end success of their product: Berperan dalam memastikan semua divisi terkait dapat bekerja bersama-sama untuk mencapai goals yang diinginkan.

- Drives alignment on team strategy and roadmap with limited support: Menciptakan visi produk yang mampu mengakomodir kepentingan customer dan bisnis. PM juga sekaligus yang menentukan jalan untuk mewujudkannya.

- Internal expert in their area: Memahami customer dan bisnis lebih dari orang lain di area yang dibidangi.

- Delivers strategically important impact: Memberikan hasil yang berperan penting terhadap goals dan kesuksesan perusahaan

  1. Principal Product Manager

Principal PM umumnya bekerja pada hal-hal yang memiliki risiko tinggi, misalnya mengintegrasikan perusahaan-perusahaan yang sudah diakuisisi, mengambil keputusan yang terkait dengan investasi besar, dll. 

Scope, autonomy, dan impact :

- Owns the highest priority, most complex work: Bertanggung jawab atas pekerjaan krusial dengan margin error rendah

- Creates their own scope: mengidentifikasi peluang-peluang baru, menjual ide tersebut kepada perusahaan, dan membawa timnya untuk mewujudkan hal tersebut.

- Improves the quality of the PM team: Berperan sebagai mentor untuk PM lain sekaligus menjadi role model untuk para juniornya

- Highest level of autonomy: Tidak memiliki ketergantungan terhadap atasannya untuk menghasilkan pekerjaan yang sangat baik.

- Industry expert: Menghadirkan keahlian unik ke perusahaan, biasanya berdasarkan pengalaman bertahun-tahun.

- Delivers some of the highest impact at the company:  Dipercaya untuk mengerjakan sesuatu yang memiliki dampak besar terhadap perusahaan

  1. PM Lead

Jika 4 level sebelumnya adalah level-level sabagai individual contributor, maka PM Lead ini merupakan level pertama di level manajerial. PM di level ini biasanya berperan sebagai player-coach, dimana mereka biasanya mulai mengelola PM lain namun juga bertanggung jawab atas tim dari projectnya sendiri.

Scope, autonomy, dan impact :

- Everything from senior PM: PM tidak hanya mengerjakan hal-hal yang senior PM lakukan, namun juga memiliki kemampuan untuk melakukannya secara lebih cepat.

- Manages 1 to 5 PM direct reports: Bertanggung jawab atas pengelolaan, pembinaan, dan pengembangan beberapa laporan. Biasanya mengelola PM tingkat awal, seperti associate PM.

- Sets or influences strategy for reports: Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap tim secara strategis selaras dengan strategi tingkat yang lebih tinggi. 

- Impact through launches and developing people: Selain menciptakan dampak melalui kesuksesan produk yang menjadi tanggung jawabnya, PM lead juga menciptakan dampak melalui kesuksesan produk yang dikerjakan oleh direct reportsnya

  1. PM Directors

Direktur PM adalah pemimpin strategis dan operasional dari area produk yang besar. Alih-alih berperan sebagai PM untuk sebuah tim, mereka menciptakan dampak dengan mendorong tim di bawah mereka untuk menjadi sesukses mungkin.

Scope, autonomy, dan impact :

- Manages several PMs or a few PM Leads: Bertanggung jawab atas semua PM dalam area produk yang menjadi tanggung jawabnya

- Drives an innovative and impactful strategy: Memahami bagaimana ekosistem bekerja dan memprediksi bagaimana pasar akan mengarah. PM director berperan dalam pembuatan strategi yang high-level

- Builds a high performing team: Merekrut orang-orang terbaik untuk bergabung dengan tim mereka. Kemudian melatih dan mengembangkan PM untuk meningkatkan keterampilan mereka. Menciptakan lingkungan dimana semua PM mampu mengeluarkan potensi terbaiknya.

- Accountable for all of the work in their area: Melakukan review terkait bagaimana produk bekerja., menciptakan prinsip produk, dan memastikan tim memiliki tujuan yang tepat

- Achieves operational excellence with support: Bekerja sama dengan manager pada bidang lain untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses sekaligus menghilangkan hambatan yang ada

- Impact through their team: Bertanggung jawab untuk memberikan dampak yang relatif lebih besar dibandingkan dengan investasi untuk tim mereka.

  1. Head of Product

Head of product adalah puncak tertinggi dalam struktur organisasi tim produk (PM, design, research, dan mungkin juga engineer). Secara lintas fungsi, head of product bekerja  dengan CEO dan eksekutif lainnya untuk mendorong strategi dan operasi di perusahaan. Secara internal (dalam organisasi tim produk), head of produk adalah orang yang memiliki keputusan tertinggi.

Scope, autonomy, dan impact :

- Drive top-level product strategy: Menetapkan strategi di semua produk di perusahaan dan menentukan struktur organisasi untuk mencapai strategi tersebut.

- Influences company strategy: Mempengaruhi keputusan di level perusahaan seperti menetapkan target, menentukan lokasi kantor baru, mengakuisisi perusahaan, memperbarui struktur organisasi perusahaan (reorganisasi), mempekerjakan eksekutif lain, dan menetapkan target keuangan.

- Drive operational excellence across the product organization: Merekrut orang-orang yang tepat untuk mengisi posisi yang ada. Menciptakan budaya kerja yang mampu mengeluarkan potensi terbaik dari tim. Selain itu juga bertanggung jawab atas budget untuk tim yang dipimpinnya.

- Accountable for all product work: Mungkin meninjau semua pekerjaan produk atau hanya bagian yang paling penting. Memastikan kualitas dan konsistensi di seluruh produk.

- Impact at the company level: Bertanggung jawab, bekerja sama dengan seluruh tim eksekutif, untuk kesuksesan perusahaan secara keseluruhan. Bertanggung jawab atas metrik keberhasilan tingkat perusahaan, termasuk pendapatan dan biaya.

Kurang lebih seperti itu gambaran besar mengenai career path dari seorang PM. Di akhir tulisan ini penulis ingin mengingatkan sekali lagi bahwa career path ini mungkin berbeda di setiap perusahaannya. Namun harapannya tulisan ini dapat menjadi gambaran untuk teman-teman yang sedang atau ingin meniti karir sebagai seorang product manager. Semoga bermanfaat!

Referensi :

  1. The Future of Product Management oleh Product School (link)
  2. Cracking the PM Career oleh Jakie Bavard dan Gayle Laakmann McDowell