Inilah Cara Membangun Produk dengan Funneling Marketing

Dec 02, 2021

Written by Risala Nabila Imani 

Frasa “Pembeli adalah Raja” pastinya sudah akrab di telinga dan seperti menjadi sebuah moto di masyarakat. Salah satu dari mereka yang bisa jadi kamu mungkin sudah memulai bisnis dan menciptakan sebuah platform pembelanjaan terhadap produk agar mudah diakses oleh pelanggan. Namun terkadang hasil yang kamu dapatkan tidak sesuai ekspektasi. Tentunya hal ini bukanlah kesalahan pelanggan, tetapi ada pada kamu.

Ini adalah saat yang tepat bagi kamu mengidentifikasi setiap pain point dari customer journey untuk mencari tahu dimana orang-orang kehilangan minat pada penawaran kamu menggunakan Funnel Marketing. Strategi ini akan bekerja baik dan memberikan nilai lebih jika kamu mengetahui kebiasaan target audiens dan memahami pelanggan kamu. Sehingga kamu dapat membuat keputusan yang tepat untuk meningkatkan customer experience.

Setiap Funnel Marketing itu unik karena harus dirancang berdasarkan bagaimana pelanggan membelinya bukan bagaimana keinginan kamu saat menjual. Menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif akan membantu kamu memahami bagaimana pelanggan sebenarnya berbelanja saat mengunjungi situs kamu.

Apa sih Funnel Marketing itu?

Funnel Marketing adalah sebuah rangkaian tahapan untuk memandu prospek atau calon pelanggan yang berpotensial melalui customer journey. Tentunya strategi ini akan membantu tim marketing dalam merencanakan dan mengukur upaya untuk menarik, melibatkan, dan mengkonversi prospek melalui konten dan materi marketing lainnya seperti landing page dan ads

Apa itu Product Funnel?

Product Funnel adalah komponen keseluruhan dari penjualan yang melibatkan strategi Funnel Marketing. Untuk memiliki penjualan kamu harus memiliki strategi marketing dan juga sebaliknya. Namun untuk memiliki salah satu dari keduanya, kamu memerlukan produk. Hal-hal yang perlu diingat terkait produk yaitu:

  1. Produk dapat berupa fisik
  2. Produk dapat berbentuk digital
  3. Produk juga dapat menjadi layanan 

Hal yang membuat cocok dengan konsep product funnel adalah apa yang menyertai potensial prospek melalui funnel marketing dan penjualannya itu sendiri. Namun arti dibalik kata “produk”, “marketing”, dan “penjualan” bukanlah arti spesifik dari masing-masing kata dalam konsep funneling ini, melainkan saling berhubungan satu sama lain.  Di sini kamu akan belajar lebih jauh mengenai Funnel Marketing sehingga kamu dapat membangun produk yang lebih baik. 

Manfaat dari Funnel Marketing

Sebagai pebisnis, kesuksesanmu tidak hanya tergantung pada kualitas yang kamu tawarkan tetapi juga pada cara kamu menawarkan dan memasarkannya kepada konsumen. Dengan menerapkan strategi ini kamu dapat memiliki pandangan yang jelas tentang customer journey dan akan memudahkan kamu mengidentifikasi hambatan apapun yang menghalangi kemajuan mereka melalui funnel/corong.

Tahapan Funnel Marketing

Strategi marketing ini berisi tahapan berikut. 

  • Awareness

Tahapan ini merupakan tahap dimana pelanggan pertama kali mempelajari tentang merek kamu. Untuk membangun awareness atau kesadaran maka kamu harus mengembangkan marketing campaign yang bertarget untuk orang-orang yang mungkin membutuhkan produk kamu. Pastikan untuk menggunakan segmentasi pasar untuk membuat campaign yang disesuaikan untuk setiap jenis pelanggan.

  • Interest 

Pada tahap ini pelanggan mulai menunjukkan interest atau minat pada produk kamu. Salah satu cara paling efektif untuk membangun minat mereka adalah melalui email marketing yang memungkinkan kamu untuk membangun hubungan dengan prospek dengan menjangkau mereka secara langsung dengan konten bermerek yang relevan.

  • Consideration

Pada tahap ini para pelanggan sudah tahu tentang penawaran dan akrab dengan merek kamu. Untuk meyakinkan mereka bahwa produk milik kamu memberikan solusi terbaik untuk masalah mereka adalah dengan menggunakan marketing automation untuk mengirim email campaign yang bertarget seperti free trials dan sales announcement. Selain itu, dapat digunakan teknik lain seperti menawarkan konten informasi kepada mereka melalui blog dan webinar yang memenuhi kebutuhan mereka sambil membimbing mereka menuju produk kamu.

  • Intent

Calon pelanggan pindah ke tahap ini setelah mereka menunjukkan intention atau niat yang jelas untuk membeli produk seperti menghubungi perwakilan dari customer service, mencoba demo produk, atau menambahkan item ke keranjang belanja mereka. Bukan berarti bahwa mereka akan langsung membeli, tetapi ini menunjukkan bahwa mereka siap untuk membeli. Tahap intent atau niat adalah waktu untuk membuktikan mengapa penawaran kamu menjadi pilihan nomor satu bagi calon pelanggan. Kamu harus menargetkan mereka dengan materi marketing yang menjadi alasan kuat mengapa produk kamu lebih baik daripada pesaing.

  • Evaluation

Di sini calon pelanggan membuat keputusan akhir apakah akan membeli produk kamu atau tidak. Tim marketing dan sales harus bekerja sama untuk meyakinkan calon pembeli untuk melakukan pembelian. Fokus pada tahap ini tetap pada memposisikan penawaran bisnis kamu sebagai pilihan yang ideal. 

  • Purchase

Tahap inilah prospek akhirnya memutuskan untuk membeli layanan atau produk. Tim sales akan mengambil alih untuk mengelola transaksi. Pastikan bahwa kamu menggunakan berbagai teknik psikologi untuk masuk ke dalam kepala pelanggan dan membuat kesepakatan.

Nonlinear Marketing Funnel

Model di atas adalah Nonlinier Funnel Marketing. Banyak bisnis yang mulai meninggalkan Funnel Marketing yang berbentuk kerucut demi model di atas yang menyerupai dasi kupu-kupu atau jam pasir. Jenis Funnel Marketing ini bertujuan untuk menangani tahap kelima dan terakhir dari proses keputusan konsumen yaitu perilaku pasca pembelian. Customer journey pasca pembelian mempertimbangkan faktor-faktor seperti kepuasan, testimonial, dan feedback. Tidak hanya untuk memastikan pelanggan untuk tidak beralih ke produk pesain, tetapi Funnel Marketing ini juga bertujuan agar mereka menjadi pembeli tetap dan pendukung setia merek kamu.

Meskipun tidak ada tahapan yang berbeda secara signifikan dari Nonlinier Funnel Marketing, tetapi model ini tetap merupakan cara yang berharga untuk mengukur perilaku konsumen dan mengoptimalkan upaya marketing kamu. Apapun model Funnel Marketing yang kamu gunakan, rencana marketing yang sangat selaras dengan setiap customer journey adalah faktor terpenting.

Untuk kamu yang tertarik belajar tentang produk ataupun wawasan dan informasi seputar Product Management lainnya yuk kunjung https://academy.apiary.id/blog dan dapatkan banyak ilmu terkait pengembangan produk lainnya.

 

Source: 

www.wix.com
www.hotjar.com
www.activecampaign.com
www.socialmediamarketing.com