Pengantar Agile - Scrum Untuk Product Manager

Apr 08, 2022

 

Written by: Irfandi Aprianto

Halo teman-teman, dalam tulisan ini gue akan sharing mengenai sebuah framework (kerangka bekerja) untuk mengembangkan suatu produk khususnya perangkat lunak (software). Sebelum masuk pada agile—scrum.  Dalam dunia bisnis, banyak hal-hal yang dapat berubah dalam waktu yang cukup singkat. Apalagi sekarang dengan kemajuan teknologi yang semakin cepat. Sehingga perubahan framework diperlukan agar dapat beradaptasi. Banyak perusahaan menghadapi masalah dengan framework waterfall. Salah satu kelemahan model waterfall ini adalah lambatnya proses pengembangan perangkat lunak. Dikarenakan proses yang satu tidak bisa dilompati, maka dari itu model ini sangat memakan waktu untuk mengembangkannya. Dari sini munculah pendekatan baru yaitu Agile.

Jadi Apa Agile dan Scrum Itu?

Agile adalah suatu framework dalam mengembangkan suatu produk dengan berbagai proses kecil yang berulang atau yang sering disebut dengan iterasi. Pekerjaan diprioritaskan berdasarkan nilai bisnis atau pelanggan. Ada tim lintas fungsi yang mengerjakan iterasi produk selama periode waktu tertentu. Setiap iterasi difokuskan untuk menghasilkan produk yang berfungsi dengan tepat dan cepat. Agile mengacu pada proses yang selaras dengan konsep yang tercantum dalam Agile Manifesto.

Loh, kok bisa ada manifestonya? Jadi pada tahun 2000, sekelompok pemimpin pemikiran industri bernama Object Mentor Group mengadakan pertemuan di resor Ski Snowbird di Utah. Dari pertemuan tersebut lahirlah The 12 principles of the Agile Manifesto. yang bisa kalian lihat di link berikut ini. Scrum adalah pendekatan yang paling populer untuk menerapkan framework agile. Nah, di dalam scrum ini kita akan berkenalan dengan Sprint. Sprint adalah kegiatan yang memiliki durasi maksimal 30 hari (Kalau di kantor tempat saya bekerja biasanya satu sprint memakan waktu dua minggu) yang terdiri dari beberapa aktivitas, yaitu; sprint planning, daily scrum, sprint review, sprint retrospective. Kurang lebih gambarannya akan seperti ini:

Sumber: Scrum.org

Korelasinya

Bahwa metode agile hadir untuk memberikan solusi pengembangan suatu produk yang memakan waktu lebih sedikit namun hasilnya juga baik, itu artinya berusaha lebih efektif dan seefisien mungkin. Hubungannya dengan scrum adalah agile merupakan kerangkanya kerjanya, sementara scrum adalah tindakan aksi nyata untuk mewujudkan agile tersebut.

Peran Product Manager

Nah, terus dimana nih peran product manager di dalam siklus scrum ini? Kurang lebih hampir di setiap siklusnya. Mulai dari Product Backlog, di sini product manager berperan penting dalam memutuskan task atau tugas yang dimasukan ke dalam backlog. Apakah suatu task akan masuk sprint ini atau nanti atau bahkan 5 sprint lagi baru dikerjakan adalah tugas product manager untuk memutuskan. Kemudian, saat sprint planning, product manager berperan penting untuk menjelaskan secara rinci tugas apa saja yang akan dikerjakan oleh tim engineer/developer-nya agar mereka paham dan hasilnya sesuai dengan baik. 

Lalu, selanjutnya ada daily scrum, product manager hadir di sini untuk membantu developer dalam mengerjakan task-nya, apakah ada hambatan atau kendala yang baru ditemui, atau ada perubahan tertentu yang datang mendadak, disinilah kemampuan problem solving seorang product manager diuji. Selanjutnya ada Increment dimana product manager bersama dengan stakeholder (bila diperlukan) ikut menguji produk hasil sprint-nya apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan. Terakhir, ada sprint review atau retrospective untuk mengevaluasi bagaimana sprint yang sudah berjalan adakah feedback untuk kedepannya lebih baik lagi.