How to Answer question about Product Design in PM Interview

May 10, 2022

Written by: Vincent

Hi Bees! What is up!

Min Vin a.k.a Admin Vincent harap semuanya doing well, yah!

Buat yang kemarin berpuasa juga semoga lancar hingga berkumpul dengan keluarga di momen lebaran kemarin!

Kali ini MinVin, mau share tentang gimana sih, caranya menanggapi pertanyaan tentang Product Design saat melakukan interview sebagai PM (Product Manager) perlu digaris bawahi kembali bahwa perspektif Product dan Project Manager akan berbeda berdasarkan dari jangka waktu yang ditentukan.

Kalau Project karena kita hanya akan bekerja pada scope yang telah ditentukan, maka Product Design akan mengacu pada kebutuhan dari customer secara langsung. Jika Product yang kita bicarakan, maka dia harus bisa scale/berkembang specifically secara Product Design.

Meskipun banyak sekali sources yang menyediakan informasi tentang “AH PM Interview questions akan seperti A, B atau C” tetapi truth to be told pada akhirnya, semua akan bergantung dari kemampuan dan knowledge kalian saat menghadapi masalah atau dalam hal ini use case yang dilemparkan oleh interviewer.

Most of the time, interviewer yang menanyakan tentang Product Design pada zaman sekarang to be completely honest, tidak terlalu mengacu kepada buku (teori). Karena mereka sudah punya pengalaman dan mengerti bahwa Product Management is all about creativity and how you handle what's coming towards you.

Kalau kata orang mah “If it looks stupid but it worked, it’s actually genius”

Disclaimer > Quote di atas tidak berlaku setiap saat. Acuan dan metode tetap ada ya, guys. Itu pentingnya mengerti dan mendalami Product Management hehehe…

Jadi, saran dari MinVin kalau ada pertanyaan tentang Product Design, ini yang harus kalian siapkan:

1. Persiapkan materi tentang product design. Contohnya langkah2 mendesain product

a. Banyak dari framework seperti CIRCLES, DIGS atau many more framework yang dapat kalian temukan. Tapi, saran saya, you’ve got to come up with your own someday. Kalau MinVin, biasanya kek begini, nih:

i. Tentukan target market kalian

  1. TAM SAM SOM
    1. TAM (Total Available Market)
    2. SAM (Service Available Market)
    3. SOM (Service Obtainable Market)
    4. Reference https://www.thebusinessplanshop.com/blog/en/entry/tam_sam_som
        

ii. Cari tahu masalah customer kalian

 iii. Cari solusi yang visible dan available
 

iv. Tentukan persona user yang akan pakai product kalianNih penting banget ya guys, ya kalau kalian product designer!

v. Competitive Analysis

  1. Kalau kata Pandji Pragiwaksono “Sedikit lebih beda, lebih baik! Daripada sedikit lebih baik
     
  2. Note: Kita tidak bisa mulai dengan list semua use cases. 

vi. Tentukan use cases yang akan di-handle oleh product

  1. Note: Kita tidak bisa mulai dengan list semua use cases.
     

vii. Tentukan goals dari produknya 

  1. Dari goals kalian akan menemukan potensi solusi lainnya yang sesuai dengan ruang lingkup product > kalian harus tau akan ke mana product kalian berkembang nantinya 

viii. Tentukan Quantitative analysis > bisa pakai AARM 

       
    1. Acquisition > Bagaimana cara akuisisi market (users)
    2. Activation > Bagaimana cara activate users untuk bisa pakai produk kita
    3. Retention > Bagaimana cara jaga users
    4. Monetization > Memilih tipe bisnis dan revenue generator
        

ix. Tentukan dari strategi untuk product development

       
    1. Tentukan framework development
    2. Tentukan KPI product
    3. Tentukan metric development
    4. Maintain sprint planning
    5. Maintain Quality Assurance
    6. Continuous Testing
        

2. Kalian juga harus latihan mock interview bareng temen komunitas, atau tanya-tanya expert.

a. FYI, di Apiary banyak yang ciamik-ciamik lho guys, jangan sungkan nanya ya. Gak bayar! Nyehehe

Itu dia yang perlu dipersiapkan kalau membahas product design ya, guys.

MinVin takut nanti artikelnya kepanjangan kalian jadi ngantuk bacanya.

So, buat kalian-kalian yang sedang berjuang cari kerja dan masih belajar tentang Product Management, jangan cepat capek! Semangat terus!

Tidak ada hasil yang mengkhianati usaha!

Thats is for now, Min Vince cabs dulu, guys.

Peace, love, and gaul!

Oiya, referensi di artikel ini diambil dari buku Decode and Conquer, ya!