Dapat Meningkatan Penjualan. Apa itu Taktik FOMO dalam Strategi Marketing?

Oct 19, 2021

Akhir-akhir ini FOMO sering diperbincangkan oleh banyak orang. Bahkan dapat digunakan sebagai strategi marketing yang tepat di era modern saat ini. Tapi sebenarnya apa sih FOMO itu?

FOMO atau Fear Of Missing Out adalah sebuah perilaku atau perasaan akan kekhawatiran yang berlebih oleh seseorang bila tidak mengetahui atau mengikuti sebuah aktivitas tertentu dari tren yang sedang berjalan. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ilmuwan Inggris bernama Dr. Andrew K. Przybylski pada tahun 2013. 

Dengan memahami ilmu-ilmu psikologi pada manusia sebagai target pemasaran, dapat memberikan peran penting dan kontribusi yang luar biasa pada tingkat penjualan. Strategi Marketing FOMO ini sangat bermanfaat untuk membuat sebuah konten yang eye catching dengan mengikuti trend yang ada untuk memancing perhatian para audiens sebagai calon pelanggan baru. 

 

Lalu, bagaimana taktik penjualan FOMO itu sendiri?

  • Notifikasi Pop Up pada Social Media

Notifikasi Pop Up dengan pesan eye catching dapat menciptakan rasa urgensi sehingga para pengguna merasa harus langsung mengambil sebuah tindakan. Untuk mengaplikasikan strategi ini, kamu harus rutin mengecek dan menganalisis jumlah pengguna yang mengakses situs serta buatlah notifikasi yang menarik sehingga dapat memandu para pengguna menuju CTA anda.

  • Dapatkan Lebih Banyak Ulasan dan Testimoni

Dengan menunjukkan ulasan dan testimoni, kepercayaan dari pelanggan kepada produk atau jasa akan terbangun. Ulasan dan testimoni dapat ditampilkan dimana para audiens dapat mudah melihatnya, seperti pada homepage, blog, halaman produk, unggahan sosial media, dan lain-lain. Saat audiens sebagai calon pelanggan mengakses situs web penjualan, ia akan langsung merasa yakin dengan melihat ulasan dan testimoni yang ada sehingga muncul rasa tidak mau ketinggalan pada produk atau jasa yang Anda tawarkan. 

  • Memanfaatkan Influencer

Memiliki dana yang lebih? Gunakan jasa influencer untuk memberikan ulasan dan mengajak pengikut nya membeli produk kamu. Ketika banyak influencer menggunakan produk kamu, orang-orang akan merasa FOMO ketika tidak memilikinya. Jangan lupa juga berikan penawaran spesial dengan waktu terbatas agar calon pembeli kamu segera melakukan pembelian. 

  • Tampilkan Stok yang Terbatas

Secara psikologi, orang-orang tidak ingin untuk kehilangan sesuatu yang mereka ingin dapatkan. Tampilkan stok yang sedikit dan terbatas pada produk atau jasa yang Anda tawarkan sehingga akan mempengaruhi psikologi pelanggan yang melihatnya dan memunculkan rasa takut untuk kehilangan kesempatan mendapatkannya.

  • Buat Pelanggan Berkompetisi 

FOMO juga menimbulkan rasa persaingan satu sama lain. Oleh karena itu, kita dapat memanfaatkan rasa ini dengan menciptakan kompetisi antara para pelanggan untuk mendapatkan produk atau jasa yang Anda jual. Sebagai contoh pelanggan yang melengkapi beberapa syarat seperti likes, comment, dan share paling cepat akan mendapatkan harga diskon spesial.

  • Buat Batas Waktu

Taktik ini akan sangat menguntungkan jika dipadukan dengan stok terbatas. Para pelanggan tentunya akan langsung berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Contoh dari taktik ini seperti memberikan hitung mundur pada program flash sale, batas waktu untuk program midnight sale, atau sisa waktu pembelian terhadap suatu diskon tertentu.

Apiary Academy juga mengadakan batas waktu tertentu untuk salah satu program andalannya yaitu Product Management Training Intermediate Level yang hanya membuka pendaftaran sampai 31 Oktober 2021. 

Jadi tunggu apalagi, pastikan dirimu terdaftar sebagai murid dari Product Management Training Intermediate Level yang akan mendapatkan banyak manfaat! Siapkan dirimu untuk meraih pekerjaan impianmu! Daftar sekarang juga di bit.ly/ApiaryPMT