Cara Membuat Product Vision Product Manager

product strategy

 

Written by: Hendra Sutanto

1. Visi Perusahaan

 

Setiap perusahaan memiliki pernyataan visi yang menjelaskan orientasi bisnis perusahaan. Walau tujuan bisnis tentunya untuk menghasilkan keuntungan, perusahaan juga berharap produk yang dihasilkan dapat menciptakan nilai guna kepada masyarakat. Produk yang bermanfaat akan terus digunakan oleh konsumen karena selain dapat meningkatkan kualitas hidup mereka, juga dapat meningkatkan rasa kepuasan dan kepemilikan mereka terhadap produk dan perusahaan itu sendiri.

Karena produk adalah komoditas yang dihasilkan oleh perusahaan, maka sudah seharusnya produk yang dijual ke masyarakat merupakan cerminan dari visi perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu, produk yang akan rilis ke masyarakat harus selaras dengan visi perusahaan. Masyarakat ketika ingin membeli produk, juga melihat apakah perusahaan pembuat produk memiliki visi yang dapat memenuhi kebutuhan mereka dan meyakinkan mereka kalau produk yang dibeli adalah pilihan tepat (ini merupakan kepercayaan masyarakat terhadap citra perusahaan).

Sebagai seorang product manager yang bertanggung jawab untuk merencanakan hingga merilis produk, perlu memastikan apakah produk yang dirilis sudah merepresentasikan nilai-nilai dan visi perusahaan sehingga produk bisa diminati di pasar. Tentunya selain dari nilai-nilai intrinsik perusahaan tersampaikan dengan baik, juga kualitas produk yang sama baiknya.

Lantas, bagaimana product manager bisa mewujudkan aspirasi tersebut?

2. Menggunakan Product Vision Board

 

Ada satu framework yang bisa digunakan oleh product manager untuk menyelaraskan visi perusahaan dengan produk yaitu Product Vision Board ini adalah alat perencanaan dan strategi produk yang dapat membantu Product Manager, tim pengembangan produk, pemangku kepentingan produk, dan pemilik perusahaan untuk memetakan motivasi untuk membuat produk, alasan mengapa produk harus dibuat, demografi pelanggan, tujuan yang ingin dicapai melalui rilis produk baru, dan sebagainya. 

Ada 5 aspek yang tercakup di dalam Product Vision Board yaitu:

  1. Visi: Tujuan, alasan utama produk diciptakan, perubahan positif yang ingin dibawa. Jadikan visi kamu besar dan menginspirasi, menggunakan pernyataan atau slogan singkat.
  2. Target kelompok: Segmen pasar yang ingin dituju. Tulis siapa saja konsumen yang mungkin diuntungkan dari produk ini. Pilih target kelompok yang homogen dan jelas, terutama saat membuat produk baru.
  3. Kebutuhan: Manfaat utama yang ditawarkan produk. Bagian ini harus menjelaskan mengapa konsumen ingin menggunakan atau membeli produk. Gali lebih dalam seperti apa kesuksesan bagi konsumen, identifikasi dan prioritaskan kebutuhan dari konsumen
  4. Produk: Tulis tiga hingga lima fitur yang membuat produk kamu menonjol. Ini berkaitan dengan unique selling product dan menjawab kebutuhan yang diidentifikasi. 
  5. Tujuan Bisnis: Ini menyatakan manfaat bisnis yang ingin dicapai. Misalnya meningkatkan pendapatan, memasuki pasar baru, mengurangi biaya, mengembangkan merek, atau memperoleh pengetahuan yang berharga. 

Product Vision Board sebaiknya digunakan pada tahap awal proses pengembangan produk. Namun pada dasarnya framework ini juga berkembang seiring dengan perkembangan produk, sehingga kemungkinan akan berubah saat kita terus menciptakan produk ideal kita.

3. Contoh Product Vision Board

Mari kita lihat contoh pada gambar di bawah ini:

Source: https://cityinnovations.com/how-to-build-an-impressive-product-vision-board/

  1. Visi dari perusahaan bernama MeStream ini adalah siapapun bisa menjadi bintang di stasiun TV milik mereka pribadi di internet
  2. MeStream menargetkan produk mereka kepada penonton termasuk reviewer dan juga konten kreator serta musisi indie
  3. Produk ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dari target kelompok yaitu memudahkan dalam pencarian konten, penghasilan diperoleh dari hasil views, bebas biaya dalam membuat konten, dan menarik perhatian penonton secara berkelanjutan
  4. Untuk menjawab kebutuhan dari target kelompok, produk yang akan dibuat memiliki beberapa spesifikasi yaitu: mesin pencari yang bagus, kreator dibayar per tontonan, kapasitas penyimpanan tak terhingga, tombol “add station” agar penonton bisa mengikuti konten dari kreator secara uptodate, dan tombol “share” untuk membagikan konten kepada orang lain
  5. MeStream memiliki target bisnis yaitu mendapat market share 10.000 penonton dalam 1 bulan pertama, mendapat 1.000 marketer di platform iklan dalam 3 bulan, dan menghasilkan omset $10.000 dari hasil penjualan iklan dalam 3 bulan

Sebagai penutup untuk artikel ini, Product Vision Board diciptakan oleh Roman Pichler (Seorang penulis, pembicara, dan trainer product management). Beliau membuat framework ini secara jelas, ringkas, dan mudah dipahami agar dapat membantu Product Manager dalam merencanakan tujuan produk secara akurat, memetakan strategi produk, dan mencapai visi yang jelas dalam perencanaan